Kamis, 30 Agustus 2012

Cerita ^_~

Tuhan, Takdir dan Setan
Ada seorang pemuda yang mencari seorang guru agama, pemuka agama atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya sang pemuda itu menemukan seorang bijaksana.
Pemuda : Anda siapa? Bisakah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Bijaksana : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
P : Anda yakin? Sedang profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
B : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
P : Saya punya 3 buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang terbuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba sang orang bijaksana tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras. P(sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?
B : Saya tidak marah... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan.
P : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Tentu saja saya merasa sakit.
B : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
P : Ya.
B : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu !
P : Saya tidak bisa.
B : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudNya.
B : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
P : Tidak.
B : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
P : Tidak.
B : Itulah yang dinamakan Takdir.
B : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
P : Kulit.
B : Terbuat dari apa pipi anda?
P : Kulit.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Sakit
B : Walaupun setan dan neraka sama terbuat dari api, neraka tetap menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
a

Rabu, 22 Agustus 2012

Preman Dan Sopir Taksi

Ada Tiga Preman Sedang mabuk dan keluar dari klab malam, Lalu mereka naik taksi, si sopir taksi tahu kalau penumpang sedang mabuk berat, jadi  si sopir hanya menyalakan mesin saja terus di matikan lagi. Tak lama Setelah itu si Sopir berkata kepenumpangnya bahwa mereka sudah sampai ditujuan, 
Preman yang Pertama turun dan membayar taksi, 
Preman Yang kedua juga turun dan mengucapkan " Terimakasih Boz "
Preman yang Ketiga turun dan langsung menampar sopir,,, plaaakkkk
 Si sopir itu lagsung gemetar, dia sangat ketakutan, si sopir berfikir kalau Preman yang ketiga ini tahu kalau dia sudah menipu mereka.
Kemudian si Sopir bertanya " Kenapa kau Tampar saya Bang?"
Preman ketiga " Gila Kau cepat sekali kau mengendarai mobil. hampir mati tadi tertabrak becak,

Ha ha ha ha ha ha ha ^_^

Selasa, 14 Agustus 2012

Cerpen

"Dia Tuhan Bersayap Hitam"

ini cerita tentang para kurcaci yg sedang kebingungan..mereka mencari jawaban atas pertanyaan yg mendera batin mereka..terpecah dan pada akhirnya mereka akan saling menyalahkan..

ditengah malam mereka akan mengartikan bahwa kasih sayang itu diucapkan oleh mulut yg tak diam..
dijual murah tanpa bayaran dan tujuan yg jelas.. cukup ucapkan "Paaaaahhh"..
dan kau akan menjad
i bagian dari saudara kami..
lain lagi ketika siang datang..semuanya berubah sekejap sehingga mereka tak saling mengenali..
ibarat sekumpulan semut yang membiarkan temannya terinjak demi keselamatan mereka..aaahh payah..
sekumpulan kurcaci merasa hidup mereka yg paling benar..
membangun rumah di atas jembatan rapuh..
melahirkan anak secepat yg mereka bisa..buta dan tak peduli sesama..
belum lagi "sang Dewa kurcaci",,
dengan galau tak berujung dan kepentingan yg tak ada habisnya mulai memainkan peran dirana kehidupan..
naik kasta sebagai tuhan dan dipuja ratusan umat..dia memiliki sayap yg mampu menjerat leher para kurcaci disaat kemarau sering melanda beberapa tahun ini..
kurcaci hanya bisa diam dan memuja..
hanya bisa berseru tanpa suara..
hanya bisa saling melirik dan berbisik "masalahnya dia tuhan bela"..
..sehingga tak ada kesalahan padanya...
...yaa..dia itu Tuhan..
lelaki liontin bersayap hitam..
dengan jubah untuk menyembunyikan sayapnya kembali tersenyum puas setelah melumat es loli disebuah gedung tua..
tanpa rasa bersalah kemudian bersabda.."Aku adalah tuhanmu yg bernyawa..

to be continue..

Sabtu, 11 Agustus 2012

Wanita,, ^_^

Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya?. Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami. Inilah keinginan yang banyak muncul. Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.

Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah wa rahmah, sarat dengan kebahagiaan, adanya saling ta‘awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti. Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar. Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih yang menjadi qurratu a‘yun (penyejuk mata) baginya.Demikian harapan demi harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A‘la (Allah Yang Maha Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya.

Namun tentunya apa yang menjadi dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah. Karena hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur. Dia akan berupaya ta‘awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-Rahman.

Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama, maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami. Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan. Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata: “Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku.”

Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya….! Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta‘an.
Keutamaan wanita shalihah

Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:
أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ. وَأَرْبَعٌ مِنَ الشّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَاَلْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَركَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ.

“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ
“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأََرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

Empat hal tersebut merupakan faktor penyebabdipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia, bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah. Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “(فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ), maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut), berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka.” (Syarah Shahih Muslim, 10/52)

Sifat-sifat Istri Shalihah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: “Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: “Wanita shalihah adalah yang taat,” yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا

“Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis.” (At-Tahrim: 5)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:
a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.
b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala
c. Qanitat: wanita-wanita yang taat
d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.
e. ‘Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma).
f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)
Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.
2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.
4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.
5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.
6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:
1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ

“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ
“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)
إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ مُهَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.

—————————————
1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya
2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi rahimahullah, 6/69)
3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)
6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.
7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka. Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi, bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita. Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)

Minggu, 10 Juni 2012

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil



BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun masyarakat, setiap orang dihadapkan kepada masalah-masalah yang menuntut adanya pengambilan keputusan. Untuk itu dibutuhkan forum diskusi (musyawarah) guna melatih keterampilan pengambilan keputusan atau kata sepakat.
Dalam proses pembelajaran tujuan yang hendak dicapai tidak terbatas pada pengetahuan saja, melainkan juga pembentukan keterampiIan dan sikap.Karena itu menuntut adanya model pembelajaran yang dapat melibatkan potensi peserta didik secara optimal, yaitu suatu model pembelajaran yang menekankan penggunaan metode diskusi kelompak dalarn pelaksanaanya. Kegiatan ini memungkinkan peserta didik untuk menguasai konsep-konsep materi untuk memecahkan suatu masalah melalui proses berpikir kritis, percaya diri, berani berpendapat secara kritis dan positif serta mampu berinteraksi dengan temannya.
Jadi keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil adalah melaksanakan kegiatan membimbing peserta didik agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil secara efektif dalarn rangka mencapai indikator.

B.   RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu :
1.    Pengertian Diskusi!
2.    Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil!








BAB II
PEMBAHASAN

1.    Pengertian Dan Rasional
a.    Pengertian
Diskusi merupakan satu kegiatan yang biasa dilakukan dalam berbagai lapangan seperti dalam dunia politik, sosial, perdagangan, kebudayaan dan sebagainya. Dari makna kata diskusi dapat diketahui bahwa di dalamnya terlibat lebih dari satu orang. Dengan demikian diskusi selalu terjadi dalam kelompok, baik kelompok besar ataupun kelompok kecil tetapi perlu diingat tidak semua percakapan dalam kelompok dapat disebut diskusi. Percakapan dalam kelompok dapat disebut diskusi. Percakapan dalam kelompok hanya dapat dinamakan diskusi bila memenuhi syarat tertentu, sebagai berikut :
1.    Melibatkan kelompok, yang besarnya lebih kurang antara 3 sampai 9 orang.
2.    Berlangsung dalam interaksi tatap muka yang informal, yang berarti semua anggota kelompok harus mendapatkan kesempatan melihat, mendengar, serta berkomunikasi secara bebas dan langsung.
3.    Mempunyai tujuan yang dicapai dengan kerjasama antar anggota kelompok.
4.    Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis, menuju suatu kesimpulan.
Dari syarat-syarat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan diskusi kelompok adalah satu proses yang teratur melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka dengan tujuan berbagi pengalaman atau informasi. Mengambil keputusan atau memecahkan satu masalah. Maksudnya murid/siswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil di bawah pimpinan guru atau temannya untuk berbagi informasi pemecahan masalah atau pengambilan keputusan.
Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana terbuka, setiap murid/siswa bebas mengemukakan ide-idenya tanpa merasa ada tekanan dari teman atau gurunya, dan setiap murid/siswa harus menaati peraturan yang ditetapkan sebelumnya. Diskusi kelompok merupakan suatu kegiatan yang harus ada dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, tidak semua guru atau calon guru mampu membimbing para murid/siswanya dalam berdiskusi tanpa mengalami latihan. Oleh karena itu, keterampilan ini perlu diperhatikan agar para guru dan calon guru mampu melaksanakan tugas ini dengan baik.
b.    Rasional
Dalam kegiatan pembelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok dikaitkan dengan usaha peningkatan kadar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), yang membawa perubahan besar dalam peran guru. Guru yang selama ini mempunyai dominasi tertinggi di kelas harus mengurangi diminasi tersebut. Murid/siswa harus diberi kesempatan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.
Sejalan dengan hal ini, maka peran guru yang utama adalah sebagai coordinator belajar, perencanaan tugas bersama, promoter (pengarah atau penggerak di dalam belajar), sebgai katalisator yaitu penghubung antar informasi dengan murid/siswa, sebagai narasumber, serta sebagai penilai bersama kemajuan kelompok. Untuk menjalankan peranannya ini, maka guru diharapkan member dorongan kepada murid/siswa, sehingga murid/siswa merasa mempunyai kebebasan untuk berfikir, berbuat, serta bereaksi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Diskusi kelompok merupakan salah satu strategi yang memungkinkan murid/siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah memulai suat proses yang member kesempatan untuk berfikir, berinteraksi social, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian, diskusi kelompok dapat meningkatkan kreatifitas murid/siswa serta membaca kemampuan berkomunikasi termasuk didalamnya keterampilan berbahasa.
Dari uaraian di atas dapat dipahami bahwa diskusi kelompok merupakan suatu kegiatan yang harus ada dalam proses pembelajaran. Sebagaimana telah diungkapkan, keterampilan berdiskusi tidaklah dibawa sejak lahir. Dengan demikian pula hanya dengan keterampilan membimbing diskusi kelompok . tidak setiap orang dengan sendirinya mampu membimbing diskusi, demikian pula tidak setiap guru atau calon guru dengan sendirinya mampu membimbing para muridnya untuk berdiskusi tanpa mengalami latihan-latihan yang khusus untuk itu. Karena itu keterampilan ini sangat perlu dilatihkan, agar para guru/calon guru mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik.


2.    Tujuan dan Penggunaan
a.    Tujuan
Pengjaran dengan menggunakan diskusi kelompok kecil bertujuan :
1)    Memecahkan masalah yang kompleks, yang terlalu sulit untuk dapat dipecahkan oleh murid secara perorangan
2)    Mengaktifkan murid dalam proses belajar
3)    Mengembangkan murid berfikir kritis
4)    Mengembangkan kreatifitas murid
5)    Mengembangkan sikap kerjasama, menghargai pendapat orang lain dan bersikap positif terhadap orang lain

b.    Penggunaan dalam kelas
Diskusi kelompok merupakan satu pengalaman belajar yang dpat diterapkan hamper dalam semua bidang studi dalam batas-batas tertentu. Pengalaman berdiskusi kelompok memberikan keuntungan bagi murid dalam banyak hal :
a)    Murid dapat berbagi informasi dalam menjelajahi gagasan baru atau memecahkan suatu masalah
b)    Dapat meningkatkan pemahaman atas masalah-masalah penting
c)    Dapat mengembangkan kemampuan untuk berfikir dan berkomunikasi
d)    Serta dapat meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
e)    Dapat dibina semangat kerjasama yang sehat, serta kelompok yang kohesif dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan diskusi kelompok ditingkat sekolah dasar, sering masih banyak memerlukan bimbingan dari guru. Fungsi pimpinan kelompok yang dicontohkan oleh guru diharapkan dapat menjadi model. Bagi para murid hingga pada saatnya mereka dapat mengambil alih tugas guru sebagai pimpinan kelompok. Peralihan tugas sebagai pimpinan kelompok ini dapat dilakuakan secara bertahap : yaitu, mulai guru yang menunjukkan, tahap kedua guru bersama murid yang menentukannya, yang akhirnya kelompok sendirilah yang menetapkan pimpinannya.

Agar dapat menjadi pimpinan dikelompok yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru, antara lain hal-hal berikut :
1.    Diskusi hendaknyaberlangsung dalam iklim terbuka yaitu dalam suasana persahabatan yang ditandai oleh kehangatan hubungan antar pribadi,kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topic diskusi, keantusiasan, berpartisipasi, serta kesediaan menghargai pendapat orang lain, hingga kelompok menganggap diskusi sebagai satu kegiatan yang menyenangkan.
Iklim yang demikian ini perlu dibina dan dikembangkan, karena pada umumnya setiap anggota kelompok mempunyai kebutuhan untuk dikenal oleh anggota lain, diterima dan dihargai, merasa aman, serta bebas partisipsi. Dalam iklim yang demikian guru dapat meningkatkan tanggung jawab murid dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
2.    Diskusi yang efektif haruslah didahului oleh perencanaan dan persiapan yang matang, yang mencakup hal-hal dibawah ini :
a.    Pemilihan topic atau masalah yang akan didiskusikan. Pemilihan dapat dilakukan oleh guru sendiri, oleh guru bersama murid atau murid sendiri. Disamping itu, topik yang dipilih haruslah bermakna bagi peningkatan kemampuan berfikir murid.
b.    Perencanaan dan penyiapan informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topic tersebut hingga para murid memiliki latar belakang yang sama. Kegiatan pendahuluan ini dapat berupa membaca artikel, mengadakan wawancara, melakukan observasi, menyaksikan film dan lain-lain
c.    Penyiapan diri sebaik-baiknyasebagai pimpinan diskusi. Ini berarti guru harus benar-benar siap sebagai sumber informasi, sebagai motivator, hingga kemudian, mampu memberikan penjelasan, mengajukan pertanyaan yang dapat memotivasi murid, memahami kesulitan yang dialami murid dan sebagainya.
d.    Penepatan besar kelompok berdasarkan pengalaman, kematangan, keterampilan murid : tingkat kekompakan, intensitas minat dan latar belakang pengethuan : serta keterampilan guru sebagai pimpinan diskusi. Besar kelompok yang efektif berkisaran antara 5 sampai 9 orang. Perlu disadari besar kelompok mempunyai kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri.
e.    Pengaturan tempat duduk yang member kesempatan bagi semua anggota kelompok untuk bertatap muka, serta guru berada dalam posisi yang memungkinkan dia berhadapan muka dengan semua murid, hingga dia benar-benar menjadi bagian dari kelompok tersebut. Hal ini sangat penting dalam memupuk iklim persahabatan, serta kekohesifan diantara peserta diskusi.
3.    Diskusi mempunyai kekuatan/keuntungan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kekuatan tersebut antara lain :
a.    Kelompok memiliki sumber informasi maupun buah pikiran yang lebih kaya dari pada yang dimiliki indivdu. Karena itu dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik.
b.    Anggota kelompok sering dimotivasi oleh kehadiran anggota kelompok lain
c.    Anggota-anggota yang pemalu lebih bebas mengemukakan pikirannya dalam kelompok kecil daripada dalam kelompok besar
d.    Anggota lain lebih merasa terikat dalam melaksanakan keputusan kelompok, karena mereka lebih terlibat didalam proses ppenambilan keputusan serta,
e.    Diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri, maupun pemahaman terhadap orang lain, dengan demikian dapat meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi.
4.    Diskusi kelompok mempunyai kelemahan-kelemahan yang dapat menimbulkan kegagalan dalam arti tidak tercapai tujuan yang diinginkan . kelemahan tersebut antara lain :
a.    Diskusi kelompok memerlukan waktu yang lebih banyak daripada cara belajar yang biasa.
b.    Dapat memboroskan waktu, terutama bila terjadi hal-hal negative seperti pengarahan yang kurang tepat,pembicaraan yang berlarut-larut, penyimpangan yang tidak ditegur, atau penampilan yang kurang baik.
c.    Anggota yang kurang agresif (pendiam,pemalu, dan sebagainya) sering tidak mendapat kesempatan untuk mengemukakan ide-idenya, hingga menyebabkan terjadinya frustasi dan penarikan diri, serta,
d.    Ada kalanya diskusi hanya didominasi oleh orang-orang tertentu saja.

3.    Komponen-Komponen Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok
Setelah menyelesaikan perencanaan dan persiapan dengan maaatang, maka dengan niat untuk memelihara iklim yang terbuka, guru memulai diskusi tersebut. Dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin diskusi, ada enam keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dalam memimpin diskusi kelompok yaitu :

a.    Memusatkan Perhatian
Selama diskusi berlangsung dari awal sampai akhir guru harus berusaha memusatkan perhatian murid pada tujuan atau topic diskusi. Ini berarti, guru harus menjaga agar tidak terjadi penyimpangan yang menyebabkan diskusi tidak terarah atau tujuan diskusi tidak tercapai. Tidak tercapainya tujuan dapat disebabkan oleh menyimpannya topic atau terjadinya pembicaraan yang bertele-tele. Pemusatan perhatian ini dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
1.    Merumuskan tujuan pada awal diskusi,serta mengenalkan topik masalah dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan yang menggugah rasa ingin tahu. Pertanyaan yang dimaksud hendaknya tidak terlampau luas, jelas, serta memungkinkan adanya alternative jawaban.
2.    Menyatakan masalah-masalah khusus dan menyatakannya kembalibila terjadi penyimpangan-penyimpangan.
3.    Menandai dengan cermat perubahan-perubahan yang tidak relevan yang menyimpankan diskusi dari tujuannya. Atau masalah khusus yang sedang dibicarakan. Apabila hal itu terjadi, guru segera mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang didahului dengan komentar yang memaksa dan mengarahkan murid untuk mempertimbangkan pertanyaan tersebut hingga diskusi kembali kea rah semula. Guru hendaknya berhati-hati menunjukkan dan menghentikan penyimpangan tersebut agar jangan menyinggung perasaan murid. Kontrol yang terlampau ketat dapat mematikan partisipasi. Misalnya topik yang sedang didiskusikan adalah : Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk mendaki gunung, kemudian ditengah-tengah hangatnya diskusi, seorang murid mengatakan :”mendaki gunung tidak ada gunanya, hanya memboroskan tenaga saja,” hal ini guru hendaknya menunjuk dan menghentikan penyimpangan tersebut, misalnya dengan mengatakan : “itu satu pendapat yang baik tentang tidaknya mendaki gunung, “ menurut pendapatmu masih adakah lagi yang perlu dipersiapkan oleh seseorang yang akan mendaki gunung? “
4.    Merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu, sebelum melanjutkan dengan masalah berikutnya. Ini penting agar kelompok menyadari hasil yang telah dicapai, serta apa yang harus dibicarakan berikutnya. Rangkuman ini dibuat dengan memanfaatkan gagasan murid misalnya :
a.    Mengakui gagasan murid dengan jalan menghilangkan bagian penting yang diucapkannya.
b.    Memodifikasi gagasan tersebut dengan cara menguraikannya kembali
c.    Menggunakan gagasan murid untuk mencapai kesimpulan atau menuju langkah berikutnya
d.    Membandingkan gagasan murid dengan gagasan yang telah diucapkan sebelumnya
e.    Merangkum hal-hal yang telah diuraikan murid baik secara perorangan ataupun kelompok

b.    Memperjelas Masalah atau Urunan Pendapat
Selama diskusi berlanjut sering terjadi penyampaian ide yang kurang jelas, hingga sukar ditangkap oleh anggota kelompok. Keadaan yang demikian ini sering menimbulkan kesalapahaman hingga keadaan dapat menjadi tegang. Untuk menghindari hal itu guru haruslah memperjelas penyampaian ide tersebut. Di kelas-kelas rendah tugas memperjelas ini bahkan merupakan tugas yang paling banyak dilakukan guru yang sedang memimpin diskusi. Dengan memperjelas, guru ataupun murid akan mempunyai gambaran yang sama tentang ide yang dikemukakan. Memperjelas dapat dilakukan dengan cara :
1.    Menguraikan kembali atau merangkum urunan tersebut hingga menjadi jelas
2.    Meminta komentar murid dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu mereka memperjelas ataupun mengembangkan ide tersebut atau
3.    Menguraikan gagasan murid dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai hingga kelompok memperoleh pengertian yang lebih jelas

c.    Menganalisis Pandangan Murid
Di dalam suatu diskusi sering terjadi perbedaan pendapat diantara anggota kelompok. Agar perbedaan pendapat ini dapat membimbing kelommpok untuk berpartisipasi secara konstruktif dan kreatif, guru diharapkan mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut, misalnya dengan
1.    Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat dan
2.    Memperjelas hal-hal yang disepakati dan yang tidak disepakati

d.    Meningkatkan Urunan Murid
Diskusi dapat mengembangkan kemampuan murid untuk berfikir kritis, hal ini dapat tercapai bila guru (pemimpin diskusi ) mampu meningkatkan urunan pikiran yang diberikan oleh murid. 

Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan urunan pikiran ini, diantara lain :
1.    Mengajukan pertanyaan- pertanyaan kunci yang menantang murid untuk berfikir, karena pertanyaan tersebut, merupakan tantangan bagi idea tau kepercayaannya. Pertanyaan yang mulai dengan : misalnya … atau bagaimana bila … dapat meningkatkan  urunan pikiran murid. contoh :Misalnya gunung didaerah trasmigrasi, guru mengajukan pertanyaan sebagai berikut :
a.    Misalnya gunung di daerah yang padat penduduknya itu meletus, apa yang harus dilakukan?
b.    Bagaimana bila anda sendiri adalah penduduk daerah yang tertimpa bencana
2.    Memberikan contoh-contoh baik verbal maupun non verbal yang sesuai pada saat yang tepat : misalnya satu cerita gambar, atau diagram
3.    Menghangatkan suasana dengn mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengundang perbedaan pendapat
4.    Memberi waktu yang cukup untuk berfikir tanpa diganggu dengan komentar-komentar guru
5.    Memberikan dukungan terhadap urunan murid dengan jalan mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan komentar yang positif atau mimik yang memberikan dorongan, serta sikap yang bersahabat. Murid yang merasa mendapat dukungan dari guru akan terdorong untuk meningkatkan urunannya

e.    Menyebarkan Kesempatan Berpartisipasi
Dalam diskusi tidak jarang terjadi pembicaraan hanya monopoli oleh beberapa anggota saja. Bahkan sering pembicaraan dimonopoli oleh guru sebagai pemimpin diskusi sehingga kesempatan berpartisipasi murid sangat kurang. Ini berarti tidak semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Besarnya kelompok biasanya juga mempengaruhi pemerataan kesempatan ini. Dalam kelompok kecil berpartisipasi bagi setiap anggota lebih besar dari pada kelompok besar. Agar hasil diskusi dapat dikatakan hasil kelompok serta setiap anggota kelompok merasa terlibat dan mendapat kepuasan dalam diskusi tersebut, kesempatan berpartisipasi ini perlu disebarkan. Dengan demikian, guru memiliki keterampilan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para murid dalam berpartisipasi, serta mencegah dominasi anggota tertentu yang akan merusak iklim kelompok. Dominasi ini akan menyebabkan hal-hal yang tidak diingini seperti sikap acuh tak acu, atau menarik diri.
Penyebaran kesempatan berpartisipasi ini dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
a)    Mencoba memancing urunan siswa yang enggang berpartisipasi dengan mengarahkan pertanyaan langsung secara bijaksana. Misalnya : saya yakin Rini dapat member contoh! Coba Rini!
b)    Mencegah terjadinya pembicaraan yang serentak, dengan memberi giliran kepada murid yang pendiam terlebih dahulu. Dengan demikian pembicaraan dapat didengarkan oleh semua anggota. Pembicaraan yang serentak mungkin terjadi karena antusiasme yang tinggi, sikap agresif, keinginan menonjol dan sebagainya. Guru harus peka terhadap hal ini.
c)    Mencegah secara bijaksana muid yang suka memonopoli pembicaraan
d)    Mendorong murid untuk mengomentari urunan temannya, hingga interaksi antar murid dapat ditingkatkan
e)    Meminta persetujuan murid untuk melanjutkan diskusi dengan mengambil salah satu pendapat atau jalan tengah yang dianggap sesuai oleh guru, apabila diskusi menemui jalan buntu (kemacetan) dapat terjadi bila timbul ketidakcocokan antar anggota kelompok hingga terdapat dua pendapat yang sama kuat.

f.     Menutup Diskusi
Keterampilan terakhir yang harus dikuasai guru adalah menutup diskusi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut :
a)    Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para murid. Rangkuman yang dibuat bersama lebih efektif, daripada bila rangukuman tersebut dibuat sendiri oleh guru
b)    Memberi banyangan tentang tindak lanjut hasil diskusi, ataupun tentang topic diskusi yang akan dating
c)    Mengajak para murid menilai proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai dengan cara observasi, wawancara, skala sikap, dan sebagainya. Hasil penilaian ini memungkinkan murid serta menilai peran dan penampilannya dalam diskusi, serta sekaligus merupakan balikan yang dapat dimanfaatkan dalam diskusi yang akan dating




g.    Hal-Hal yang perlu dihindari
Agar dapat menguasai keenam keterampilan tersebut dengan baik, guru hendaknya menghindari hal-hal sebagai berikut :
1)    Menyelenggarakan diskusi dengan topik yang tidak sesuai dengan minat dan latar belakang pengetahuan murid
2)    Mendominasi diskusi antara lain dengan pertanyaan yang terlampau banyak dan menyediakan jawaban yang banyak juga
3)    Membiarkan murid tertentu memonopoli diskusi
4)    Membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dengan pembicaraan yang tidak relevan
5)    Tergesa-gesa meminta respon murid atau mengisi waktu dengan berbicara terus, sehingga murid tidak sempat berpikir
6)    Membiarkan murid yang enggan berpartisipasi
7)    Tidak memperjelas atau mendukung urunan pikiran murid
8)    Gagal mengakhiri diskusi secara efektif













BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Diskusi merupakan satu kegiatan yang biasa dilakukan dalam berbagai lapangan seperti dalam dunia politik, sosial, perdagangan, kebudayaan dan sebagainya. Dari makna kata diskusi dapat diketahui bahwa di dalamnya terlibat lebih dari satu orang.
Diskusi kelompok merupakan salah satu strategi yang memungkinkan murid/siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah memulai suat proses yang member kesempatan untuk berfikir, berinteraksi social, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian, diskusi kelompok dapat meningkatkan kreatifitas murid/siswa serta membaca kemampuan berkomunikasi termasuk didalamnya keterampilan berbahasa.
Diskusi kelompok adalah satu proses yang teratur melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka dengan tujuan berbagi pengalaman atau informasi. Mengambil keputusan atau memecahkan satu masalah. Maksudnya murid/siswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil di bawah pimpinan guru atau temannya untuk berbagi informasi pemecahan masalah atau pengambilan keputusan.

Selasa, 05 Juni 2012

Kenangan ^_^

Tak terasa kini kita tdk pernah saling berkomunikasi lagi apalagi berjumpa, 3 bulan bukanlah wktu yang singkat, namun smua itu sudah takdir dari sang maha kuasa , Tapi mengapa Tadi saat saya lewat jalan dimana banyak kenangan bersamamu membuat air mata Q menetes dengan sendirinya, apakah ini pertanda bahwa masih ada rasa sayang kepadamu atau hanya mengingat dmn qt bersama2 dulu, kisah yg qt jalani tidaklah hanya sebatas biasa2 sj, tp slama 1 tahun 5 bulan qt saling menghadapi masalah maupun kebahagian yang sulit untuk diutarakan,, 
mengapa mesti terjadi perpisahan??? disaat saya sangat membutuhkan perhatian seperti dirimu, sekarang AQ harus menjalani hidup ini dengan sendiri tanpa seorangpun yg menyanyangi ku, namun aq juga harus menghargai apa yg telah menjadi keputusanmu, kini engkau telah memiliki pengganti diriQ tp Aq tak rela krn wanita tersebut orng yg prnh mengganggu hubungan Qt,, tp apalah arti smuax jikalah Cinta telah Tertanam dihatimu, kini Q hanya mampu mendoakan Qm, smoga apa yg terbaik buat mu dan buatnya bisa sll dijalan ALLAH swt,
manusia hanya dapat berharap untuk jadi lebih baik dari sebelumnya, dan kadang apa yg Qt harap tidak sesuai dengan semuax, 
hari ini saya bahagia masih bisa mendengar suaramu walau engkau tdk mengetahuinya, terimakasi buat sahabatQ krn engkau masih bs mengerti smua yg terjadi antara aQ dan Dia,
selamat tinggal kenangan semoga engkau bahagia dengannya, 
A M I E N





walaupun engkau Jelek,, hehehehheeh just kidding ji!! tp engkau yg terbaik
MUH. ARSIL NOOR

see you next time